oleh

3 Ton Perhari, Lonjakan Permintaan Pengusaha Gaplek Keteter

CIANJUR – Aang Lukman Nul Hakim (50) Pengusaha Gaplek Warga Kp. Cipadang kidul Desa Bangbayang Kecamatan Warungkondang Kabupaten Cianjur. Produksi gaplek sehri sekitar 3 ton untuk dijual sebagai pakan ternak.

Gaplek diproduksi Untuk Pakan ternak seperti, sapi, kerbau, kambing, bebek, puyuh dan ikan adapun bahan terbuat bisa dari singkong, ubi, kulit kopi dan kulit coklat.

Lalu, gaplek dibuat dengan dua jenis. kesatu gaplek dicingcang dengan kulitnya, itu untuk pakan sapi, kerbau dan kambing. Dan kedua Gaplek putih sebelum di cincang dikupas dulu kulitnya dan itu untuk pakan Bebek, burung puyuh dan Ikan.

“Usaha gaplek sangat menjanjikan, selama masih ada perternakan, apalagi kini Peternakan lagi jor joran digalakan oleh Pemerintah, jadi jika peternakan semakin banyak secara otomatis permintaan Gaplek semakin banyak,” kata Lukman saat ditemui, Sabtu, (24/4/2021).

Apalagi, lanjut Lukman, jika ternak sapi dikasih pakan gaplek bisa menambah bobot daging ternak tersebut.

“Jadi para peternak yang mengetahui gaplek bisa menambah bobot ternak mereka akan menggunakan gaplek sebagai pakan ternak tersebut,” ujarnya.

Sementara, konsumen tetap pemesan gaplek dari sini yaitu PT. LS Cianjur, dan suka kirim juga ke bandung, Cijapati, Lembang, Subang serta cisarua dan tapos Bogor.

“untuk minggu ini ada pesanan 20 (dua puluh) ton untuk di kirim ke cijapati Cipendeuy Bandung Barat sehingga saya kejar target produksi untuk memenuhi pemintaan,” ungkap Lukman.

Lukman mengatakan, untuk sementar saya produksi gaplek dari Singkong dan ubi saja, adapun banan baku saya peroleh dari dari kebun sendiri dan para petani warga sekitar.

“Nah, bahan baku gaplek adalah singkong dan ubi yang tidak bisa dijual ke super market atau pasar konvensional. Barang bekas itulah saya manfaatkan untuk di jadikan gaplek,” imbuhnya.

Saat ini, masih kata Lukman, saya kewalahan banyak permintaan gaplek, sementara tenaga kerja terbatas cuma bisa produksi 3 (tiga) ton/hari sedangkan permintaan mencapai 10 (sepuluh) ton/hari

“saya memiliki karyawan tetap 5 (lima) orang laki-laki dan 5 (lima) orang perempuan. Dan apabila pesanan melonjak saya suka tarik karyawan musiman warga sekitar, untuk membantu produksi,” pungksasnya (Abah Andri).

Editor, Ledi Hasyim

pasang iklan anda

Komentar

Berita populer