oleh

Ada Apa? Ditreskrimum Polda Jabar Datang ke BPN Cianjur, Ternyata Karena Ini

-HEADLINE-157 views

CIANJURDirektorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Barat dan Kementerian Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kanwil Jawa Barat, melaksanakan penelitian data administrasi, polemik sengketa tanah sertifikat Hak Guna Bangunan (HGU), Selasa (21/7/2020).

Diketahui, tanah tersebut, atas nama PT Hasyam Energi Utama, luas sekitar 9.385 meter persegi, di Jalan Raya Cipanas, Kampung Pasekon RT 01/16, Desa Cipanas, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Kasi Sengketa dan Konflik Kanwil BPN Jawa Barat, Mariman mengatakan, kedatangan pihaknya merupakan suatu pelayanan terhadap masyarakat di bidang pertanahan. Khususnya soal sengketa konflik, saat ini yang berkunjung adalah dari Tim Pencegahan dan Pemberantasan Mafia Tanah, Polda Jawa Barat.

“Hal ini tentu ada pengaduan dari masyarakat, terkait salah satu objek tanah di lokasi tersebut,” katanya, yang didampingi dua anggota dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Barat .

Saat dikonfirmasi, Mariman menyampaikan, masih penggalian, pendalaman dan pengkajian. Baik itu dari segi administrasi, yuridisnya, fisiknya. Supaya menjadi bahan keputusan, Kementerian Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jawa Barat.

“Nantinya” untuk jadi bahan laporan kami. Akan “dialami” semua, dari semua aspek. Baik data pengadu maupun data pihak yang tanahnya dipermasalahkan,” jelasnya, termasuk kalau ada putusan-putusan pengadilan.

Ia menjelaskan, secara detail. Nah, ini nanti akan dijadikan referensi, untuk lebih dilakukan pendalaman. Masalahnya bagaimana informasi, bisa seperti ini.

“Kalau melihat data awal, ya ini sudah lama kasusnya. Seperti apa nanti hasil pendalaman, ini pasti nanti akan kita ikuti perkembangannya,” terang Mariman.

Sementara ini, masih tegasnya, masih belum bisa menyampaikan seperti apa, yang jelas kasus ini sudah lama di Kecamatan Cipanas. Katanya akan dibangun, informasinya seperti itu.

“Saya belum lihat, nanti kita akan cek ke lokasi. Supaya lebih baik informasi dan akurat data diterima,” paparnya, tentu dari semua aspek administrasi.

Mariman menyambungkan, pendalaman dari semua aspek administrasi yuridis, lalu sejarah lahirnya masing-masing dokumen itu seperti apa? masih ada pertemuan lagi nanti. Dan, kemudian akan dilanjutkan dengan rapat koordinasi (Rakor) di tingkat provinsi.

“Bahkan nanti finalnya itu dengan tim mafia tanah di kementerian agraria,” pungkasnya, dan itu memang anggotanya antara lain dari Polda Jawa Barat.

Terakhir, Mariman menambahkan, sepertinya melihat dari hasil pertemuan rapat saat ini, itu akan dilaksanakan kembali. Karena, masih belum menemukan hasil, masih pendalaman akan ditindaklanjuti.

Terpisah, Kasi Sengketa dan Konflik BPN Kabupaten Cianjur, Chanuel Feller mengatakan, intinya sama dari hasil dikonfirmasi tadi. Artinya tidak jauh berbeda, akan dilakukan pendalaman lagi dan cek ke lokasi. Rapat saat saat ini, yang kedua. Pihaknya hanya untuk mencari kebenaran, baik yang secara formal maupun material.

Ia menyambungkan, pihaknya mencari pendalaman di lapangan, seperti apa? jadi tidak berpihak pada siapapun, dan mendalami seperti apa dan menunggu juga laporan dari ahli warisan.

“Nah, laporan pengaduan ke Polda Jawa Barat. Apakah ada unsur pidananya atau tidak,” ujar dan tandas, Feller.(Red)

pasang iklan anda

Komentar

Berita populer