oleh

Anak Terlantar Dipelihara Oleh Negara, Ini Kata Aktivis Sosial Cianjur

-ADVETORIAL-13 views

INFOSEMBILAN | CIANJUR – Anak jalanan kerap kali dipandang sebelah mata, dilihat hanya dalam hal-hal cenderung sifat negatif.

Hal tersebut disampaikan menurut seorang aktivis mantan pengurus Pondok 34, Ade Juhara, dalam keterangan tertulisnya, Senin (25/10/2021).

Ade mengatakan, padahal ada hal lain yang positif. Kalau bisa mengarahkan dan membina mereka, anak jalanan dipandang sebalah mata. Itu tentunya mempunyai hal positif, bila dibandingkan dengan anak-anak yang normal (yang hidupnya tidak di jalanan) atau yang masih mempunyai orang tua. Dan, keluarga yang masih lengkap.

“Ada sebagian anak-anak dari keluarga yang masih lengkap berkehidupan dengan kedua orang tuanya yang masih menggantungkan hidupnya terhadap kedua orang tuanya,” katanya.

Sedangkan, masih tutur dia, di sisi lain tidak demikian dengan kehidupan anak jalanan yang sejak kecil sudah harus belajar mandiri, dan tidak tergantung kepada orang tua.

“Ya, atau saudaranya untuk mempertahankan hidup dalam lingkungan kehidupan di jalanan,” ujar Ade.

Dia mengungkapkan, yang keras penuh dengan tantangan. Anak di jalan bila dibandingkan dengan kehidupan anak tinggal Sehari-hari di rumah, terjamin dalam segala hal fasilitas dari menu makanan, kesehatan, pendidikan dan lainnya.

Hal senada masih kata Ade, kalau dibandingkan dengan anak jalanan kehidupannya tidak terjamin dengan fasilitas bagi mana bisa bertahan hidup dari berbagai macam rintangan, gangguan, kekerasan, terpaan.

“Bahkan berbagai permasalahan yang ditimbulkan akibat dari lingkungan di jalanan itu,” terang mantan aktivis Cianjur ini.

Maka dari itu, anak yang hidupnya sehari hari di jalanan perlu dukungan dan kepedulian semua pihak, terutama dari pihak dinas atau lembaga terkait lainnya. Terutama dukungan dan kepedulian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur setempat, untuk pembinaan dalam meraih peningkatan kehidupan yang layak bagi mereka.

“Nah, artinya dalam hal ini membina kepada mereka,” kata Ade.

Lebih lanjut Ade menyambungkan, perlu adanya lembaga yang lebih konsen terhadap perilaku ssikap mental dan akhlak disamping untuk meningkatkan tarap kehidupan anak jalanan.

“Untuk peningkatan perubahan kehidupan kesejahteraan mereka,” ucapnya.

Masih ujar Ade, perlu pendidikan, baik pengetahuan umum, pendidikan formal, maupun keterampilan keterampilan sifatnya hal positif, berwiraswasta untuk peningkatan kehidupan lebih terdidik, dan solusi lainnya.

“Bagi peningkatan kehidupan anak jalanan,” imbuhnya.

Ade menambahkan, bahwa dalam segi pendidikan atau wirausaha apapun untuk memajukan dan merubah kehidupan anak jalanan dari yang negatif kearah positif apapun usahanya masih perlu kepedulian dan bantuan dana dari dari negara.

“Semoga para penggiat sosial terutama di Cianjur peduli dan terpanggil untuk menfasilitasi didirikannya kembali rumah singgah anak jalanan,” tutup seorang aktifis mantan pengurus Pondok 34 ini. (Red)

pasang iklan anda
Advertorial

Komentar

Berita populer