oleh

Bangunan SDN Sugihmukti Cikalong Ambruk, Lapuk Dimakan Usia

-HEADLINE-144 views

CIANJUR – Bangunan SDN Sugihmukti, di Kecamatan Cikalong, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat ambruk, diduga akibat pergeseran tanah, dan sudah lapuk dimakan usia.

Insiden ambruknya bangunan SD di Kecamatan Cikalong tersebut, informasi yang dihimpun Infosembilan, sekitar pukul 17.10 WIB.

“Informasi dari salah satu guru ada di sekolah tersebut, musibah roboh satu unit ruang Kelas SDN Sugihmukti pagi,” kata Kepala Bidang (Kabid) SD Disdikbud Kabupaten Cianjur, H. Sukirman menginformasikan kepada awak media, Rabu (16/9/2020) pagi.

“Diduga, disebabkan sudah lapuk dimakan usia,” ujarnya.

Sukirman menyambungkan, indikasi pergeseran tanah. Sudah menerima laporan, masih bersyukur tidak ada korban. Semoga saja secepatnya mendapatkan prioritas perhatian, baik dari Pemerintah Daerah (Pemkab) Cianjur melalui dinas terkait.

“Nanti akan koordinasi dulu, jangan sampai kegiatan belajar mengajar para siswa dan guru terganggu,” ucapnya.

Sementara, Kepala Sekolah (Kepsek) SDN Sugihmukti, Cece Sunarya membenarkan, dirinya mengetahui ambruknya bangunan sekolah diberitahukan dari salah satu guru, rumahnya tak jauh dari lingkungan SD.

“Diduga kuat, ambruknya bangunan itu akibat adanya pergeseran tanah kang,” bilangnya.

Ia menyambungkan, karena di lingkungan sekolah sering terjadi pergeseran tanah. Karena, melihat kondisi atau posisinya sekolah itu berada di daerah pegunungan. Jarak dari pemukiman warga, itu cukup jauh. Jalannya harus melintasi pegunungan.

“Saya sudah cek langsung malam itu, berangkat melihat situasi dan kondisi bangunan sekolah yang ambruk,” tutur Cece.

Dia memaparkan, jumlah siswa SDN Sugihmukti dari kelas I hingga kelas VI totalnya sekitar 79 siswa. Sedangkan jumah tenaga pengajar sebanyak enam guru, itu plus termasuk kepala sekolah (Kepsek).

Terpisah, Koordinator Pendidikan (Kordik) Kecamatan Cikalongkulon, Munawar menyampaikan, adanya musibah bencana alam ini sudah berkoordinasi, dan kini sedang membuat laporan. Ambruknya tuang kelas diduga akibat ada pergeseran tanah sepertinya.

“Jelasnya, saat ini akan membuat laporan awal dulu, kemudian selanjutnya akan membuat laporan secara detail,” singkatnya.(red/zn)

pasang iklan anda

Komentar

Berita populer