oleh

Bertahan Produksi dan Menjual Lantak di Masa Pandemi Covid-19

-RAGAM-116 views

CIANJUR – Mulyadi dan Dewi pasangan suami istri Warga Kp. Kemang RT 04/05 Desa Wangun jaya Kecamatan Cugenang Kabupaten Cianjur. Mempertahankan usahanya dimasa pandemi ini, sebagai pembuat dan penjual lantak.

Mulyadi bertugas mencari atau membeli bahan baku untuk produksi yaitu pisang mentah keliling, Dewi istrinya Sebagai Pembuat dan sekaligus penjual lantak hasil produksi

Membuat lantak dan menjual langsung oleh sendiri ini sebagai mata pencaharian keluaga. Mulyadi membeli Pisang di daerahnya sendiri dalam satu minggu dapat 4/5 karung pisang mentah tuk dijadiin lantak pisang.

Lalu, Dewi istrinya mbuat lantak dan menjual lantak pisang yang sudah dikemas dalam 3 ukuran kantong, yaitu ukuran kecil 1000, ukuran sedang 2000 dn 5000 ukuran besar 5000 bungkus.

Dewi mengatakan kepada insan media, Jum’at (2/4/2021) saya berjualan lantak sudah ada 5 tahun, sehingga banyak warga yang tertarik dan suka pesan karna lantak bikinan saya enak itu kata pelanggan.

“Sehingga saya banyak membutuhkan pisang berkualitas, sementara modal dan keberadaan pisang di daerah wangun jaya minim, sehingga suka ada pemesan yang mesti nungggu lama pesananya. katanya.

Mereka pun harus memilih pisang yang masih mengkal, untuk dijadiin lantak, dan dibuat dirumahnya sendiri sebagai aktivitas keseharianya.

Kemudian dewi juga sampaikan, ia menjajakan lantak hasil produksinya, dengan keliling ditipkan diwarung-warung dengan sistem Konsinasi.

“Cuma, yang menjadi kendala jarak tempuh dan kendaraan untuk mengantar barang jualanya, karena jarak warung ini dengan warung lain sangat jauh,” ungkap dewi

Sementara Mulyadi menambahkan, saya berharap ada bantuan untuk penyediaan bahan baku, atau pun modal serta pasilitas untuk pemasyaran baik dari pihak swasta atau Pemerintah.

“Untuk mendrop bahan baku, biar kami pokus naikan kuantitas produksi. Jika produksi sudah banyak, kami ingin kerjasama dengan toko penjual Oleh-oleh/manisan dan alpamart serta indomart kalau sudah punya label sendiri dan uji BPOM,” tutup multadi.

Pewarta:(DNR)

Editor, Ledi Hasyim

pasang iklan anda

Komentar

Berita populer