oleh

Bumi Ageung Kediaman Bupati Cianjur Ke-10 Kini Menjadi Rumah Sejarah Cianjur

Infosembilan – Cianjur  | Terlihat seperti rumah biasa, tetapi Bumi Ageung bangunan yang bersejarah di Kota Cianjur, tepatnya di Jalan moch ali No.64 Kelurahan Solokpandan, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

” Bangunan ini salah satu bangunan yang bersejarah, khususnya bagi masyarakat Cianjur,” ujar Pepet Djohar, saat di wawancara Infosembilan Selasa lalu ( 10/8/2021).

Pepep menjelaskan, Bumi Ageung adalah rumah milik Bupati Cianjur, Raden Adipati Aria Prawiradiredja II, merupakan Bupati Cianjur yang ke-9, saat itu menjabat periode 1862 sampai 1910 (48 tahun).

” Bumi ageung ini di bangun sekitar tahun 1886, dan inilah sebagai rumah kediaman Bupati Cianjurvyang ke-9,” jelasnya.

Ia menuturkan, pada tahun 1910 Bumi Ageung diwariskan kepada putrinya, bernama Raden Ayu Tjitjih Wiarsih, di masa itu kepemilikan beliau, rumah ini berperan penting dalam kemerdekaan Republik Indonesia,

” Dikarenakan Bumi Ageung ini digunakan sebagai tempat perumusan, atau pembentukan tentara PETA, yang dipimpin langsung Gatot Mangkoepradja di tahun 1943 sampai1945, masa itu,” tutur Pepet.

Pepet juga mengungkapkan, Bumi Ageung pernah direnovasi, yang pertama kalinya yaitu pada tahun 1950, setelah nyaris hancur karena menjadi sasaran bom pasukan Jepang dan Belanda. Nah pada 9 Agustus 1949, Bumi Ageung juga menjadi saksi bisu peristiwa penyerahan kekuasaan Belanda kepada tentara Republik Indonesia tengah kota Cianjur.

” Selain itu sempat dijadikan tempat perlindungan manula, perempuan dan anak-anak keturunan pada saat terjadi kerusuhan etnis di Cianjur, sekitar tahun 1962 sampai 1963,” ungkapnya.

Konon Jalan yang dibuat Dandeles sebagai Jalan Raya Pos, Bumi Ageung dikelilingi oleh kawasan kota tua, yang tumbuh berkembang di era kolonial pada masa itu, seperti terlihat beberapa bangunan salah satunya stasiun Cianjur, Pecinan, Pendopo (Rumah Dinas Bupati).

” Walaupun beberapa bagian dari Bumi Ageung sudah berganti rupa, namun tetap syarat dengan sejarah. Oleh karena itu pada tahun 2010 ditetapkan sebagai Benda Cagar Budaya Nasional berdasarkan SK Menteri Kebudayaan dan Pariwisata,” ujarnya.

” Bumi Ageung sekarang diurus Keluarga generasi ke-5, dan dijadikan sebagai rumah museum di Cianjur dan harapan saya buat generasi hal yang paling penting jangan pernah lupakan sejarah,” pungkas Pepet Djohar.

Liputan : Bunga Oktavia

Editor : Regi S

pasang iklan anda

Komentar

Berita populer