oleh

Demi Sesuap Nasi, Seorang Ibu Rela Jadi Pemulung Rongsokan

-RAGAM-47 views

CIANJUR – Kasih ibu sepanjang masa, suatu realita (kenyataan). Tentu, orang tua manapun ingin melihat anak-anak bahagia, serba kecukupan bisa hidup layak.

Seperti halnya, menelisik kisah jejak Lilis Suminar (41) seorang ibu, jadi pemulung membantu suaminya, asal warga Kampung Baru Leuwigoong RT5/18, Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Cianjur kota, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Dirinya, ikhlas jadi pemulung untuk membantu suami yang hanya kerja serabutan (kuli panggul). Kini, tukang parkir. Itu dilakukan untuk mencukupi kehidupan sehari-hari

“Kami punya anak sudah lima, yang dua sudah lulus sekolah. Dua masih sekolah SMP dan SD. Lalu, paling kecil usia enam tahun,” akunya, saat sedang rehat duduk sejenak minum di pinggir trotoar, Jalan Adi Sucipto (depan Bank BRI), Senin (14/9/2020).

Lilis bercerita, menjalani kehidupan sebagai pemulung, ikhlas untuk membantu tambahan ekonomi suaminya sehari-hari, ternyata sudah hampir sekitar 20 tahun.

Meskipun, ia merasakan bersama keluarga terkadang jadi pemulung dipandang sebelah mata (hina). Namun, pekerjaan tersebut alangkah jauh lebih baik ketimbang mencuri, korupsi atau melakukan tindakan kejahatan lain yang sifatnya dilarang.

“Saya ikhlas dan ridho, jadi pemulung. Demi anak-anak untuk kebutuhan sehari-hari. Asalkan halal dan barokah mencari rezeki” ujarnya terlihat tegar dan penuh keyakinan.

Diketahui, kelima anak itu masing-masing diantaranya M. Roup (21), Hernawansyah (15), Hernawati (14), Riska Sumiati (12) dan terakhir paling bungsu Susilawati (6), terlihat sedang digendong ikut mencari barang bekas menemaninya.

Lilis menuturkan, selain keseharian mencari barang bekas (rongsokan). Ia tinggal ngontrak bersama kelima anak dan suaminya. Bahkan, penghasilan sekitar Rp20 ribu hingga Rp30 ribu per hari ditabung, untuk membayar keperluan kontrakan, makan dan kebutuhan sehari-hari semua anaknya.

“Bayar kontrakan sebulan Rp200 ribu, ada ukuran sekitar 4×5 meter,” ucapnya, singkat.

Rutin, biasanya setiap hari dilakukan aktivitas bekerja berangkat memungut barang bekas keliling pukul 16.00 WIB. Lalu, pulang sekitar pukul 22.00 WIB malam.

Itu hanya ditemani anak paling bungsu, selalu digendongnya kemana pun dirinya bekerja. Karena, hal sama, Sukarno Jaya (46) sang suami bekerja jaga parkiran, di salah satu tempat olah raga futsal, Jalan Kh Abdullah Bin Nuh.

Terakhir Lilis berharap, saat ini hanya menginginkan roda barang bekas (rongsokan). Itu juga kalau sudah ada milik rezekinya, dan uang terkumpul.

Ia menambahkan, mau membeli dan ingin memiliki roda bagus, sebagai tempat barang bekas untuk keliling. Karena, sudah rusak dan perlu ganti dengan yang baru.

“Modal awal membuat roda ini juga sekitar Rp200 ribu,” imbuh dia, sesekali sambil memberikan minum anaknya paling bontot, selalu dibawa selama bekerja, singkatnya.(red)

pasang iklan anda
  • Rumah Panggung Rapuh Endang, Harapkan Bantuan Pemerintah
  • Kapolres Bersama Forkopimda Cianjur Gelar Patroli PPKM
  • Peduli Sosial, Banser Cianjur Turun Langsung Pencarian Korban Arus Sungai

Komentar

Berita populer