oleh

Diduga Ada Orang Ketiga, Polemik Gugatan Cerai Istri Kades di Campaka Cianjur

-RAGAM-530 views

CIANJUR – Seorang istri Kepala Desa (Kades) di Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur berinisial Y (41), angkat bicara terkait gugatan cerai dilayangkan suaminya AS.

Kini menuai pro-kontra, menurutnya berani menggugat ada atau didasari karena orang ketiga, yang menjalin hubungan dengan suami selama sekitar 15 tahun.

Ibu Y mengakui, asal warga Kampung Cikacip RT 3/1 Desa Mekarjaya Kecamatan Campaka bercerita kalau dia dan suaminya berinisial AS yang saat ini menjabat sebagai kades, sudah belasan tahun menjalani rumah tangga dan sudah dikaruniai dua orang anak.

“Ya, selama kurun waktu tersebut rumah tangganya baik saja. Tapi kurang lebih enam bulan belakangan ini ada perubahan dirasa saya terhadap suami,” akunya kepada insan media, Kamis (22/4/2021).

Masih ungkap ibu Y, apalagi setelah dirinya mengetahui ada orang ketiga yang menjalin hubungan dengan suaminya. Saat menghadiri proses sidang gugatan permohonan cerai dilayangkan suaminya di Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Cianjur.

“Nah, gugatan ini menurut saya karena didasari adanya hubungan yang dijalin suaminya dengan wanita lain,” ujarnya.

Hal senada masih ujar Y, Kenapa bilang begitu, karena setelah mengetahui dan memiliki bukti-bukti akan adanya hubungan tersebut, sikap suami berubah drastis dan juga berkeinginan untuk berpisah.

Saat ditanya, apakah mengenal dengan wanita diduga sebagai orang ketiga tersebut, ibu Y mengaku sangat mengenal sekali dengan wanita yang dimaksud, beliau seorang pejabat publik yaitu salah satu anggota dewan wakil dari salah satu parpol dengan inisial G.

“Jadi saya pasti mengenalnya malahan sudah pernah berkomunikasi langsung dengannya,” bilang seorang mantan istri dari kades ini.

Terakhir, ibu Y menambahkan, secara garis besarnya untuk gugatan cerai dilayangkan kepada dirinya tersebut, ini menurutnya atas dasar karena adanya pihak ketiga atau wanita lain.

“Pasti tidak akan mengakui, bila dirinya menjalin hubungan dengan wanita lain dan pasti akan menyangkal,” pungkasnya.

Terpisah, saat dikonfirmasi langsung awak media, AS salah satu Kepala Desa (Kades) di Kecamatan Campaka ini membantah, ada pihak ketiga, ketika ada permasalahan saat ini mungkin harus tahu, dimengerti dan harus menerima kedua belah pihak. Kemudian, dilayangkannya gugatan cerai ke mantan istri, itu dikarenakan sudah tidak ada kecocokan lagi.

“Kami ini tidak ada paksaan dari orang lain maupun ada pihak ketiga sama sekali,” akunya, saat dihubungi langsung melalui via WhatsApp, Kamis (22/4/2021).

AS menjelaskan, dengan melayangkan gugatan cerai ini mutlak dari hati nurani. Dan tidak ada pihak ketiga dengan gugatan cerai ini, maka harus mengerti dan dimaklumi.

“Bila adanya alibi-alibi mantan istri saya itu silakan saja, dikarenakan dia mencari pembelaan dan pembenaran,” ucap penggugat.

Hal sama masih menurut AS, sama juga mencari pembelaan dan kebenaran. Tapi masalah privasi, itu yang merasakan pahit dan manis bukan pihak kesatu, kedua dan bukan orang lain yang merasakanya.

“Tentu yang merasakan pahit dan manisnya menjalankan rumah tangga itu saya sendiri,” pungkasnya. (*/Red/Dri)

pasang iklan anda

Komentar

Berita populer