oleh

Diduga Desa Sindangsari Markup Harga Mataerial, Ini Penjelasan Kades

CIANJUR – Forum Masyarakat Desa Sidangsari (Formasi) Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menyampaikan aspirasi, kepada pihak desa. Menuding, ada dugaan markup harga bahan material anggaran Dana Desa (DD) tahap satu 2020.

Seperti halnya, ditudingkan berdasarkan penemuan, di dua titik lokasi pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di Kampung Cinengahpasir Kunci, RT 06/03, anggaran Rp. 54.297.000, dan Kampung Pasirdaweh Joglo, RT 04/03, anggaran Rp. 40.462.000.

Lukman (45) salah satu pengurus Formasi Desa Sidangsari, Kecamatan Cilaku, warga setempat mengatakan sekaligus mempertanyakan, ada dugaan markup harga bahan material. Seperti halnya, pembangunan TPT di dua titik lokasi.

Ia memaparkan, permasalahannya bahwa ada dugaan tidak sesuai dengan spek di RAB. Misalnya di SPJ batu pecah, tapi pada kenyataannya pakai batu boronjol.

Berdasarkan temuan, masih menurut Lukman, untuk harga semen di SPJ itu sekitar Rp65 ribu per sak, sementara pakai semen yang harganya Rp45 ribu per sak atau Rp56 ribu. Banyak temuan, kalau merk antara tiga roda atau rajawali.

“Ya, jadi di semen itu ada selisih harga. Kemudian ada beberapa markup harga lain perlu atau harus disikapi dan dipertanyakan,” ujar Lukman.

Formasi mewakili atas nama warga menilai, dan menyikapi, ada beberapa harga perlu disikapi bersama, dan masih banyak lagi. Untuk sumber dana, dituding dari Dana Desa (DD) tahap satu tahun 2020.

“Ya, itu dari pihak material juga ada pengakuan pengiriman semen tak semua tiga roda, lalu supir truk pun batu bukan belah kang,” papar Lukman, dan berharap Inspektorat Daerah (Irda) Kabupaten Cianjur, monitoring cek langsung turun ke lokasi.

Terpisah, Kepala Desa (Kades) Sidangsari, H. Ridwan menjelaskan, terkait masalah ditudingkan tersebut, TPT dibangun dua titik lokasi. Kalau mengacu kepada volume itu sekitar 196 meter, dan terealisasi 200 meter.

“Nah, adapun semen. Memang itu pakai semen rajawali, kebutuhan hendak mau beli di toko material tidak ada semen merk tiga roda.

Dan, itu pun keperluan hanya enam sak semen (rajawali) melebihi dari pada volume,” jelasnya saat ditemui langsung, di lingkungan kantor Kecamatan Cilaku, siang.

Ridwan memaparkan, terus masalah harga Rp57 ribu per sak semen, dan di RAB kenapa? itu Rp65 ribu. Hal tersebut penganggaran tahun 2019, pihaknya pelaksana tahun 2020.

“Saat ini sedang dievaluasi,” terangnya, memang ada biaya tak terduga seperti biaya daya angkut, roda dan hal lainnya.

Adapun, tambah Ridwan, ada beberapa langkah atau kelebihan dan lainnya akan dikembalikan Rekening Kas Umum Daerah RKUD nanti. Niatannya, yang menuding tidak tahu apa maksud dan tujuan, intinya tidak mau ada masalah pasti pihak desa juga.

“Perasaan sudah benar, dan tidak ada masalah sesuai aturan selalu ditempuh dipakai,” aku Kades Sidangsari, Kecamatan Cilaku.

Jelasya Ridwan, sesuai dengan aturan dan pihaknya tidak mau di luar aturan. Tidak mau ada masalah, mengenai hal ini hadapi saja apa adanya. Perasaan dimana letak kesalahannya, tujuan hanya ingin membangun desa.

“Supaya desa sini dan warga bisa sejahtera, lebih maju dan berkembang. Tentunya dalam segala hal atau bidang sesuai harapan bersama,” pungkasnya.(Red)

pasang iklan anda

Komentar