oleh

Disdukcapil Cianjur Terapkan Aturan Baru Tentang Dokuminduk

CIANJUR – Dinas Kepundudukan dan Catatan Sipil Cianjur (Disdukcapil), melaksanakan aturan baru, yaitu penulisan nama pada dokumen kependudukan, termasuk kartu tanda penduduk (KTP) elektronik atau e-KTP minimal menggunakan dua kata.

Hal tersebut tertuang berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 73 Tahun 2022 tentang Pencatatan Nama pada Dokumen Kependudukan yang ditandatangani Menteri Dalam Negeri pada 21 April.

Kepala Dinas pendudukan dan catatan Sipil Munajat mengatakan, pada Pasal 4 Ayat (2) pada poin c yang berbunyi, Pencatatan nama pada dokumen kependudukan dengan memenuhi persyaratan jumlah kata paling sedikit dua kata.

” Bahwa pencatatan nama di dokumen kependudukan menggunakan paling banyak 60 huruf, termasuk spasi,” ujarnya, kepada Infosembilan saat ditemui langsung, Selasa (23/5/2022).

Ia menambahkan, didalam pasal 1 disebutkan bahwa nama adalah penyebutan untuk memangil seseorang, sebagai indentitas diri sehingga diperlukan ketetapan.

” Bahwa nama mudah dibaca, tidak bermakna negatif, kemudian tidak multi tafsir,” jelasnya.

Munajat menjelaskan, kemudian pasal 5 tata cara pencatan pada dokumen kependudukan meliputi menggunakan hurup latin sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.

” Jadi hurup tailen atau hurup bahasa Arab itu tidak boleh,” ujarnya.

Lalu kemudian nama marga pamily atau disebut dengan nama lain dapat dicantumkan pada dokumen kependudukan, seperti suku batak atau gelar simatupang, itu boleh dicantumkan.

” Gelar pendidikan, adat, keagamaan dapat dicantumkan pada KK dan KTP elektronik yang penulisannya dapat disingkat,” terangnya.

Kedepannya akan melakukan sosialisasi melalui akses yang mudah, yaitu menggunakan alat Zoomin keseluruh kemasyarakat.

” Hari ini kami akan brifing dengan seluruh staf jabatan Jst, jabatan fungsional juga akan membahas dan segera aplikasikan kegiatan sehari- hari,” pungkas Munajat.

(Pen)

pasang iklan anda

Komentar

Berita populer