oleh

Ini Kata Politisi PKB, Sulitnya Membeli Pupuk Subsidi di Cianjur

-POLITIK-124 views

CIANJUR – Sulitnya membeli pupuk bersubsidi di Cianjur yang dikeluhkan para petani saat ini, salah satu anggota DPRD, dari PKB Cianjur, H. Dede Badri angkat bicara.

Ia mengatakan, keluhan para petani menjerit mengenai alokasi pupuk bersubsidi. Kini sulit didapat, hal ini memang fakta di lapangan dan realistis.

“Ya, bahwa para petani memang sangat termarjinalkan atau kurang diperhatikan oleh Pemerintah Daerah (Pemkab) Cianjur,” akunya saat dihubungi Infosembilan, kemarin Minggu (13/9/2020) siang kemarin.

Kenapa, masih ujar salah satu politisi PKB Cianjur itu, karena dirinya telah cek dan membuktikan di lapangan menemukan beberapa fakta.

“Memang bantuan itu terkadang tidak ada, atau ditiadakan. Mungkin disembunyikan atau seperti apa. Begitulah,” tutur Dede Badri, saat ini menjadi permasalahan atau problem para petani.

Sebagi penutup, ia menambakan, seperti diketahui, bahwa Cianjur ini kan? Negara agraris, dan mereka (para petani) sebagian masyarakat kecil hidup dari pertanian.

Oleh karena itu, masih ujar dia, dirinya memberikan kritik membangun. Bahwa, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Cianjur, kurang memperhatikan nasib para petani.

“Solusinya pemerintah daerah harus pro aktif, dan lebih fokus pada kebutuhan petani,” harapnya.

Terpisah, seperti dikeluhkan Tajudin (56) dan Aisyah (55) dua petani warga Kecamatan Gekbrong mengakui, pupuk subsidi tidak ada di kios-kios.

“Nah, pupuk yang ada itu non subsidi, yang harganya mencapai 7.000 per kilogram,” akunya.

Menurut mereka, jelas hal itu sangat memberatkan para petani penggarap. Dan, pupuk subsidi cuman 2.400 per kilogram di kios pupuk sekarang gak ada.

“Kita saat ini mengeluhkan pupuk subsidi entah kemana kang,” ujar Ujang, tapi sebagian kecil petani yang sudah mendapatkan, dan sebagian besar belum.

Sementara, hal lain dikatakan H. Apip Iskandar (50) petani lainnya warga Kelurahan Bojogngherang, Kecamatan Cianjur kota mengakui, para petani mengeluh dipersulitnya pembelian pupuk.

Karena, masih ujar dia, harus pakai kartu petani yang dikeluarkan Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur, setelah dikonfirmasi katanya selain sulit kartu, itu pun pakai biaya.

“Sudah memiliki kartu pertanian pun harus online buka rekening di Bank Mandiri,” bilang Apip.

Sementara di Cianjur, hanya dua toko yang bisa menjual pupuk, yang biasa dibeli petani pun jenis poska, malahan tidak ada di toko. Ada permainan apa ini, lagi wabah melanda pandemi Covid-19 petani diperdaya.

“Hal ini harus betul-betul, pemerintah dan wakil rakyat turun tangan,” harapnya mewakili para petani di Cianjur.(ZN)

pasang iklan anda

Komentar

Berita populer