oleh

Ini Keluhan Pedagang Jambu Jamaika, Ditengah Pandemi Covid-19

CIANJUR – Pedagang buah-buahan yang membuka lapak di sepanjang Jalan Raya Cugenang Cianjur, sangat mengeluh ditengah pandemi.

Namun, dari sekian macam jumlah buah-buahan yang dipajang di pinggir jalan, jenis jambu bool Jamaika.

Bahkan harga jambu jenis ini relatif ia jual kadang mencapai satu kilo ia kenakan harga 20 ribu sampai 25 ribu.

Herman (40), seorang pedagang yang beralamat di kampung Padaruum RT 01 RW 03 Desa Benjot, kecamatan Cugenang sekaligus penjual jambu Jamaika mengatakan, nama jambu jenis bool jamaika selama 15 tahun ia berjualan, untuk menghidupi kedua anaknya yang masih duduk di bangku sekolah.

Ia juga sebelum berjualan jambu bool Jamaika penarik ojeg,” tuturnya.

“Jambu hasil tanaman warga,di beli dari daerah, RajamandalaCiranjang, Cikalong, Cibeber, Warung kondang,dibeli dengan harga pertanggal 200 rebu sampai 500 ribu,” ujarnya saat ditemui dilokasi media infosembilan, kemarin Kamis (15/10/2020).

Menurut Herman, yang membuat harga jambu Jamaika mahal, karena selain rasanya yang enak, juga frekuensi panen yang hanya tiga kali dalam setahun.

“Barusan panen dan selanjutnya empat bulan lagi baru panen kembali,” kata Herman.

“Ia berharap menurutnya walaupun penghasilan setiap hari ia dapatkan 1 kilo sampai 2 kilo pun sudah cukup lumayan kembali modal dan pengen jualan jambu ini lancar seperti dulu lagi.”pungkasnya.(bur/zun)

pasang iklan anda

Komentar

Berita populer