oleh

Mengupas Tuntas Dunia Advokat atau Pengacara

INFOSEMBILAN I Dengan serendah rendahnya berbekal ijazah S1 ilmu hukum. Sertifikat Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA). Dapat memulai Karier Pengacara biasa disebut Advokat, yang mana merupakan profesi yang menawarkan jasa hukum di dalam maupun di luar pengadilan.

Jasa hukum yang diberikan bisa berupa konsultasi hukum, bantuan hukum, menjalankan kuasa, mewakili, mendampingi, membela, maupun tindak hukum lainnya untuk kepentingan klien. Yang menjadi klien bisa orang, badan hukum, atau lembaga lainnya.

Nah, setelah pengacara / Advokat menerima kuasa dari klien maka timbullah kewenangan pada dirinya untuk menjalankan profesinya sebagai penegak hukum. Dalam sistem penegakan hukum, Advokat yang punya kedudukan setara dengan hakim, jaksa, dan polisi. Meski begitu, peran dan fungsinya berbeda ya, Quipperian!

Seorang Advokat juga melakukan berbagai tugas yang berkaitan dengan urusan hukum dan penanganannya. Advokat memberikan jasa konsultasi, negosiasi maupun dalam pembuatan kontrak dagang, pembuatan dokumen hukum lainnya seperti perjanjian dan surat wasiat, penyelesaian perselisihan dengan musyawarah, dan sebagainya.

Nah, dalam praktiknya, pengacara / Advokat harus mengkhususkan diri pada bidang tertentu. Tak heran ada firma hukum/kantor advokat yang fokus ke pekerjaan litigasi (jasa hukum di dalam pengadilan), tapi ada juga yang mengerjakan pekerjaan korporasi atau non-litigasi (jasa hukum di luar pengadilan).

Wajib Tahu

  1. Untuk jadi seorang Advokat / pengacara, Quipperian harus mengambil Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) setelah mengantongi ijazah serendah rendahnya Sarjana Hukum. Eits tunggu dulu, tidak serta merta langsung jadi Advokat / Pengacara . Kamu harus lulus ujian yang diselenggarakan organisasi advokat, kemudian magang selama 2 tahun di kantor advokat. Untuk diangkat sebagai Advokat kamu harus berusia minimal 25 tahun.
  2. Berbeda dengan notaris dan PPAT yang punya wilayah kerja terbatas, seorang pengacara bisa bekerja di seluruh wilayah Indonesia. Luas banget kan?
  3. Gaji seorang pengacara didapat dari honor yang diberikan kliennya. Nah, besarnya honor ini tergantung dengan kesepakatan antara pengacara dan klien. Jadi, semakin baik reputasimu, bisa jadi akan semakin besar honor yang akan Quipperian terima.
  4. Seorang Advokat atau pengacara memiliki kewajiban memberikan bantuan hukum secara cuma-cuma pada masyarakat yang tidak mampu sebagaimana diatur dalam PP Nomor 83 Tahun 2008 baik secara Prodeo maupun Probono.

Peran dan Tanggung Jawab Memberikan konsultasi hukum pada klien. Membela perkara yang jadi tanggung jawabnya sesuai dengan kuasa yang telah diberikan klien.

Mewakili dan/atau mendampingi klien dalam sidang pengadilan. Menegakkan keadilan.
Menyusun kontrak-kontrak dalam perjanjian.
Memberikan pelayanan jasa hukum secara gratis kepada masyarakat yang tidak mampu.
Melakukan legal audit. Pengetahuan dan Keahlian Kemampuan komunikasi Kemampuan negosiasi Kemampuan melakuka analisis Kemampuan kerja tim Penguasaan ilmu hukum dan penguasaan bahasa asing.

Jenjang Karier Pengacara umumnya tergabung dalam sebuah firma hukum. Dalam meniti karier, seorang pengacara akan mulai sebagai intern selama 2 tahun, kemudian meningkat seiring dengan pengalaman dan jam terbangnya bisa menduduki posisi sebagai equity partner. Di sebuah firma hukum, penjenjangan karier dimulai dari law clerk (paralegal) sampai equity partner. Akan tetapi, firma hukum dengan jumlah pengacara kurang dari 15 orang biasanya punya penjenjangan karier yang lebih sederhana.

Nah, itu sekelumit tentang dunia Advokat / Pengacara yang di Sampaikan Nara sumber Adv.Asep Mulyadi,S.H. dari Kantor Asep Mulyadi ,S.H. dan Rekan yang juga sebagai Ketua Lembaga Bantuan Hukum Parade Nusantara Cianjur.

Sumber : Asep Mulyadi, SH (Ketua LBH Parade Nusantara)

pasang iklan anda

Komentar

Berita populer