oleh

Menjerit, Pelaku Usaha Makanan Lumpia Kering Masa Pandemi

Infosembilan – Cianjur | Jenis makanan Lumpia kering terbuat dari bahan tepung terigu, yang beralamat di Kampung Sukabakti RT 04/ RW 03, Desa Sukamanah, Kecamatan Cibeber, tetap bertahan dimasa pandemi.

Kunun (37), pelaku usaha kulit Lumpia mengatakan, untuk produksi bahan olahan lumpia sejak awal tahun 2016, terus menekuni memproses dan memasarkan hasil produksinya sampai sekarang.

” Sejak awal usaha lumpia, dimasa pandemi ini, Alhamdulillah masih tetap bertahan, namun dari segi keuntungan menurun pak,” katanya, saat ditemui Infosembilan, Minggu (5/9/2021).

Ia mengungkapan, untuk memproduksi makanan bahan lumpia kering dengan harga 10.000 pertiga bungkus, untuk bahan makanan ringan, seperti karoket, martabak telor, pisang coklat (Piscok), usahanya sampai sekarang tetap bertahan.

” Tetapi untuk hasil penjualan lumpia merosot tajam, karena bahan bakunya naik pak, tidak sebanding dengan hasil penjualan, yang intinya butuh bantuan modal,” ujar Kunun, yang pernah aktif di Pondok 34 pemberdayaan Anak Jalanan (Anjal) Cianjur.

Terpisah, Ade Juhara kordinator Rumah singgah Pondok 34 Cianjur menuturkan, kami ikut prihatin dengan kondisi saat ini, terutama bagi pelaku usha kecil, apakah Pemerintah Daerah mengakomodir apa tidak yang betul- betul membutuhkan.

” Jangan sampai hanya didata, direalisasikan tidak, kasihan kan apalagi dimasa pandemi ini,” tutur Ade, dengan nada kalem.

Ia menambahkan, berdasarkan hasil investigasi dilapangan banyak pelaku usaha kecil sangat membutuhkan pertolongan bantuan modal usaha.

” Saya berharap, kepada pemangku kebijakan, yaitu Bupati Cianjur melalui Dinas terkait mengimplementasikan program bantuan UMKM dengan tepat sasaran,” pungkas Aktifis LBH Cianjur, Ade Juhara.

Penulis : DNRC
Editor : Red

pasang iklan anda

Komentar