oleh

Menjerit, Petani Keluhkan Pupuk Subsidi Langka di Cidaun

-RAGAM-360 views

INFO 9, CIANJUR – Petani warga Desa Jayapura, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat menjerit, mengeluhkan harga berak bersubsidi (pupuk) jenis urea TSP mahal dan langka.

Ajat (51) petani warga setempat membenarkan, warga di desa ini kini lagi kelabakan (kebingungan). Karena, harga pupuk naik di atas sekitar 150 persen.

“Sebetulnya bukan mahal, tapi pupuk yang subsidi tidak ada alias langka atau susah dicari. Ada juga non subsidi,” katanya, Minggu (8/11/2020).

Sambunganya, jadi kalau warga (para petani) gak tahu pupuk subsidi atau non subsidi. Dan, kalau beli harga Rp220 ribu per kwintal.

“Nah, saat ini harga di atas Rp400 ribu per kintal. Berarti mahal kang,” bilang Ajat.

Lebih lanjut, ia menuturkan, intinya yang jadi permasalahan saat ini barangnya (pupuk) gak ada. Bakan, dirinya pun lagi usaha untuk mencari. Beberapa petani sudah konfirmasi sama pihak dinas terkait, melalui jaringan ada di desa.

“Ya, memang benar pupuk (urea TSP) lagi gak ada. Bahkan ada juga mahal harganya,” aku Ajat, warga Kecamatan Cidaun, Cianjur Selatan (Cisel), Minggu pagi (8/11/3020).

Masih ujar Ajat, beberapa petani saat ini badkan sedang mencari di kios pupuk. Arinya, masih bertanya-tanya harus beli kemana.

“Urea non subsidi Rp560 ribu perkintal, dan di sejumlah kios pupuk langka pula,” bilangnya, diamini Ade (48) seorang petani lainnya.

Terpisah, Kepala Dinas (Kadis) melalui Kasi Penyuluh Bina Usaha (Binus) Dinas Pertanian Perkebunan Pangan dan Hortikultura (DPPPH) Kabupaten Cianjur, Deni mengatakan, itu informasi di desa mana, dan kecamatan? Nanti, akan ditindaklanjuti dan akan cek langsung melalui perwakilan petugas ke sana.

Deni menjelaskan, kini sudah dikoordinasikan ke distributor. Artinya, agar segera menyalurkan pupuk bersubsidi ke kios-kios dengan berpedoman pada SK Kepala Dinas (Kadis).

“Secepatnya akan ditindaklanjuti, paling telat hari Selasa sudah terdistribusi,” pungkasnya.(tam)

pasang iklan anda

Komentar