oleh

Menteri PPN Bilang Tren Perguruan Tinggi Dimasa Depan

Infosembilan – Jakarta | Dosen adalah sebagai pendidik, sekaligus peneliti memilki peran yang sentral dalam skenario Visi Indonesia di 2045.

Hal ini disampaikan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa, saat memberikan sambutan dalam Launching, Pelantikan, Dan Rakernas I Asosiasi Dosen Pergerakan Universitas Negeri Jakarta (UNJ), kemarin Jumat (27/8/2021).

Menurut Menteri, peran dosen sangat penting apalagi jika memperhatikan bagaimana tren global pendidikan tinggi yang sangat terpengaruh oleh teknologi, terutama teknologi digital yang memudahkan konektivitas lintas provinsi, lintas pulau, hingga lintas negara.

“ Pendidikan tinggi semakin masif diupayakan menuju Pendidikan Tinggi Universal, sejalan dengan semakin meningkatnya taraf pendidikan dan ekonomi negara-negara dunia. Dosen perlu peka perubahan tren lansekap lapangan kerja, dan meresponsnya dengan penyempuranaan kurikulum yang relevan,” tuturnya.

Menteri Suharso menilai, institusi perguruan tinggi yang bisa survive di masa depan adalah yang bisa fleksibel dan mampu beradaptasi dengan perubahan.

“ Transformasi perguruan tinggi menuju model 4.0 dapat berkontribusi lebih besar bagi perkembangan masyarakat. Kita perlu belajar, melihat bagaimana Singapura, Korea Selatan, dan Cina dapat membuat terobosan-terobosan sebagai upaya adaptasi pada perubahan tren masa depan,” tuturnya.

Ia mengatakan, Singapura membuat terobosan sistem e-learning secara cepat dan sistematis berbasis teknologi dan inovasi, memperkuat sistem pengajaran dan pembelajaran yang dapat memberikan pandangan, preferensi, dan pengalaman yang bervariasi bagi mahasiswa.

Sementara itu, lanjut Suharso, Korea Selatan memiliki program Brain Korea 21, suatu program penguatan kapasitas dosen sehingga di PTN-PTN terbaik dapat dibentuk pusat-pusat keunggulan. menjadi leader di bidang-bidang strategis.

Bahkan di Cina juga berdaptasi dengan melakukan internasionalisasi sistem pendidikan tinggi. Banyak sekali kampus yang melakukan kerjasama dengan universitas di Eropa, baik itu berupa dosen tamu, maupun sistem sandwich,

” Dan gabungan kuliah di dalam negeri dan di luar negeri dalam satu jenjang pendidikan tinggi,” pungkasnya.

Sumber : Kementerian PPN/Bappenas

pasang iklan anda

Komentar