oleh

Menteri Suharso: Inovasi Dunia Usaha Dapat Meningkatkan Daya Saing Ekspor

Infosembilan – Jakarta | Kajian memberikan evidence yang berharga bagi pemerintah Indonesia untuk mengevaluasi secara holistik tentang konsistensi bauran kebijakan pemerintah dalam mendorong kegiatan riset, litbang.

” Inovasi yang dilakukan oleh dunia usaha, serta menyediakan layanan pengembangan usaha,” ujar Suharso Monoarfa, Senin kemarin (4/10/2021).

Demikian disampaikan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa, saat memberikan sambutan dalam acara penyampaian laporan hasil studi “Policy Effectiveness Review of Innovation and Business Support Program”.

Studi ini merupakan program kerja sama antara Bank Dunia dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional.

Suharso mengatakan, dari hasil kajian ini selaras dengan rencana penyusunan peta jalan transformasi ekonomi oleh Bappenas dan akan menjadi rujukan bagi semua pihak.

“ Peningkatan inovasi yang dilaksanakan dunia usaha dapat memberikan dampak pada peningkatan produktivitas perusahaan, peningkatan daya saing usaha dan produk baik di pasar dalam negeri maupun ekspor,” tuturnya.

Menurutnya, hal ini sangat penting bagi Indonesia, mengingat bahwa perusahaan-perusahan di Indonesia masih didominasi oleh perusahaan dengan skala mikro dengan karakteristik produktivitas yang relatif masih rendah.

“Pemerintah sebenarnya telah melaksanakan berbagai program yang ditujukan untuk meningkatkan inovasi dan kapasitas dunia usaha. Program-program tersebut tersebar pada beberapa kementerian dan lembaga,” ucapnya.

Khusus yang berkaitan dengan dukungan untuk inovasi, ke depan akan dikonsolidasikan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui kolaborasi riset.

” Serta program-program pendampingan dan peningkatan kapasitas usaha juga mulai dikonsolidasikan,” lanjut Menteri.

Menteri mencontohkan, dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2022 telah ditetapkan Major Project Pengelolaan Terpadu UMKM yang merupakan salah satu inisiasi konsolidasi program di berbagai kementerian/lembaga yang mencakup pendampingan aspek dari hulu hingga hilir.

Sebagaimana diketahui, highlight kegiatan pengelolaan terpadu UMKM mencakup penyediaan akses pembiayaan dan akses bahan baku, penyediaan ruang produksi bersama, perluasan pasar ekspor, pendampingan sumber daya manusia, dan pendataan UMKM.

Menteri berharap upaya ini dapat meningkatkan koherensi kebijakan dan program, serta dukungan yang lebih memberi manfaat yang signifikan bagi dunia usaha.

“Saya mengajak Bapak/Ibu yang hadir pada kesempatan webinar hari ini untuk selalu mengedepankan semangat kolaborasi dan memberikan masukan konstruktif untuk perbaikan kebijakan ke depan,” pungkasnya.

SUMBER : Kementerian PPN/Bappenas

pasang iklan anda

Komentar