oleh

Miris, Pejabat Disdik Cianjur Pelesiran Ke Luar Daerah di Masa Pandemi

INFOSEMBILAN I CIANJUR – Lembaga Pemberdayaan dan Penguatan Aspirasi Sosial (LEPAS) merasa prihatin yang mendalam terhadap sikap dan ketidakpekaan sosial para pejabat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Cianjur baru-baru ini.

Hal tersebut disampaikan Pembina Lepas, Susane Febriyati, kepada awak media, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (24/12/2021).

“Ya, ketidakpekaan para pejabat dan birokrat Disdikbud Cianjur. Kami merasa prihatin,” katanya.

Menyimak informasi ramai rombongan dari Disdikbud Cianjur, itu pelesiran ke Pantai Panggandaran, 19 Desember 2021.

“Kami merasa tindakan dan perilaku ini merupakan puncak gunung es persoalan moralitas pejabat di Cianjur khususnya yang menangani bidang pendidkan,” tegas Susane.

Apapun posisi para pejabat, masih ujarnya, yang terlibat dalam kasus rapat kordinasi Disdikbud Cianjur di Pangandaran telah melukai upaya membangun ketangguhan bangsa.

“Nah, tindakan tersebut tidak cukup dengan ucapan maaf. Karena kehilafan yang dilakukan oleh para petinggi lembaga pendidikan,” ujar Pembina Lepas.

Seharusnya, hal senada masih katanya, menunjukan keteladanan dan rasa kepekaan sosial di tengah terpaan pandemi Covid-19 yang telah memporak porandakan sendi kehidupan rakyat Cianjur di bidang ekonomi, sosial bahkan budaya.

“Persoalan yang terkait rapat koordinasi di luar kota menjadi sangat ironi dengan keluhan dan kondisi dunia pendidikan di Cianjur selama ini,” terang Susane.

Ia menyampaikan, keluhan para guru soal suap dan pemerasan dalam pengurusan kenaikan pangkat ataupun rekrumen guru honorer menjadi ASN belum teratasi dengan baik.

“Belum lagi menyoal kekurangan tenaga pimpinan sekolah (kepala sekolah) yang nyata menjadi kendala perbaikan layanan pendidikan dasar,” ungkap Susane.

Ia menyambungkan, keluhan pimpinan Dinas Pendidikan (Disdik) Cianjur, soal defisit tenaga pendidik dan kekurangan tenaga pimpinan sekolah yang dinyatakan beberapa waktu lalu, seolah tidak seimbang dengan tindakan yang tidak peka para pejabat di lingkungan Disdikbud Cianjur, dengan melakukan rapat kordinasi di luar daerah.

“Persoalan dasar dari carut marut pendidikan di Cianjur juga didukung budaya suap dan mengabaikan praktik tidak terpuji pada bidang pendidikan,” keluh Susane.

Ia menambahkan, pernyataan ini sebagai reaksi informasi berita sudah ramai sebagaimana disebutkan di atas seharusnya menyadarkan masyarakat Cianjur dan media lokal termasuk lembaga legislatif untuk menggunakan fungsi pengawasannya.

Susane berharap, dugaan praktik pengelolaan pendidikan menyimpang dan moral hazzard bisa diberantas sehingga dunia pendidikan di Cianjur dapat melahirkan generasi yang tangguh, berkualitas.

“Selain itu berdaya saing dalam kancah kompetisi pada revolusi industri nantinya,” pungkasnya.

Terpisah, Kadisdikbud Kabupaten Cianjur Himam Haris mengatakan, pihaknya berdiskusi tentang bagaimana menggarap permasalahan pendidikan. Agar di semua satuan pendidikan TK SD, SMP.

“Nah, sehingga para penilik PNS bagaimana agar IPM pendidikan ada percepatan peningkatan indek pendidikannya,” katanya.

Himam menambahkan, baik harapan lama sekolah, angka partisipasi sekolah dan angka melajutkan serta mengkatkan rata-rata lama sekolah, yang selama ini mereka jarang kerja bareng.

“Program terintegrasi, harapan kita akan membedah permasalahan pendidikan yang terjadi di setiap kecamatan,” tutupnya singkat saat dikonfirmasi langsung melalui via WhatsApp (WA). (Red)

SUMBER : Signalcianjur.com

pasang iklan anda

Komentar

Berita populer