oleh

Misterius, Teror Pelemparan Bom Molotov di Kantor PDI-P Cianjur

-HEADLINE-332 views

CIANJUR – Kantor DPC PDI Perjuangan (PDIP) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat diteror pelemparan ‘Bom Molotov’, oleh orang tak dikenal, sekitar pukul 02.04 WIB, di Jalan Kh Abdullah Bin Nuh, Desa Nagrak, Kecamatan Cianjur, Jumat (7/8/2020) malam.

Pantauan di lokasi. Setelah ada laporan, hingga saat ini, kantor DPC PDI-P Cianjur, dijaga ketat oleh pihak kepolisian Polres Cianjur, yang mengirimkan Tim Penjinak Bom Gegana, untuk menyelidiki penyebab ledakan.

Ketua DPC PDI-P Kabupaten Cianjur, Susilawati membenarkan, sebelumnya peristiwa pelemparan bom molotov di kantor ada saksi mata salah satu staf umum, Didin Saripudin.

“Malam itu sedang jaga bersama dua temannya, Erlan (staf kesekretariatan),” katanya, didampingi Sekretaris DPC PDI-P Kabupaten Cianjur, Dadang Sutarmo.

Masih papar Susi, awalnya mendengar bunyi ledakan. Informasinya, kemudian berlari ke luar ruangan, menuju ke area bawah. Lalu, membangunkan rekannya saat itu sedang jaga malam di kantor.

“Ternyata betul, ada sumber bunyi ledakan saat melihat cek ke depan. Hingga dinding bata gosong (hitam), dan ada bekas botol pecah berserakan,” aku Ketua PDI-P Cianjur.

Selain itu, sambunganya, terdapat satu kursi merk Chitos yang hangus terbakar juga. Bahkan, saat ini pihak kepolisian telah melakukan pengecekan bersama ke lokasi, melihat CCTV dimiliki kantor DPC PDI-P Cianjur.

“Terlihat dalam CCTV seseorang pelaku melemparkan bom molotov melalui samping kanan jalan kantor,” jelas Susi saat ditemui langsung di meja kerjanya. Saat ini sudah menghubungi, dan melapor ke polisi.

Diketahui, peristiwa pelemparan bom molotov tersebut. Kini sudah diserahkan ke pihak kepolisian Polres Cianjur, dan sudah membuat laporan resmi secara tertulis.

Masih tegas Susi, pihaknya pengutuk keras perbuatan tersebut. Karena, selain tindakan kriminal, juga tidak beradab dan demokratis. Anti kemanusiaan dan tidak sesuai dengan budaya Cianjur ramah, sopan dan berakhlakul karimah.

“Saat ini intinya, menyerahkan sepenuhnya kepada aparat kepolisian, untuk melakukan penyelidikan secara profesional,” pungkasnya, sesuai dengan prinsip due process of law dan segera bisa menemukan pelakunya, menyeret ke meja hijau.

Sementara, Didin Saripudin membenarkan, malam itu terkejut juga. Ada apa terdengar bunyi ledakan, waktu dicek bersama rekan ternyata benar adanya. Kekerasan apapun bentuknya, adalah titik rendah dalam keadaban politik.

“Kami saat itu juga langsung melaporkan dan menghubungi pihak kepolisian kang,” akunya, diamini, Erlan, yang masih rekannya staf satu kantor.(Red)

pasang iklan anda

Komentar

Berita populer