oleh

Peduli Sosial, 25 KPM di Naringgul Cianjur Mengundurkan Diri Dari Peserta PKH

-RAGAM-96 views

CIANJUR – Merasa sudah mampu secara ekonomi, sekitar 25 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Wanasari, Kecamatan Naringgul, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengundurkan diri sebagai peserta PKH.

Berdasarkan informasi yang diterima , KPM yang mengundurkan diri, keseluruhan di desa tersebut, sebagai penerima bantuan program Keluarga Harapan (PKH) dari pemerintah, ada sekitar 370 KPM.

Juwita (26) seorang PKM berjalan sandang (pakaian) membenarkan, memberikan kesempatan kepada warga lainnya. Khususnya, untuk tetangga tidak mampu. Dirinya ingin berbagi miliki rejeki, karena dalam kehidupan bermasyarakat harus dan perlu peduli sosial.

“Ini niatan saya, dan ikhlas. Karena memberi itu tenangkan hati. Seperti matahari yang menyinari bumi,” akunya.

Pendamping PKH desa tersebut menyampaikan, tahun 2020 ada sebanyak 25 KPM (warga) yang mengundurkan diri secara geraduasi. Masing-masing, diantaranya, Ani, Yati, Tini, Siti, Aminah, Ratna, Juwita, Wida, Doneng, Nuraeni, Amih, Enung, Yani, Linda, Sariyah, Yanti, Raminih, Tarminah, Ani Nuraeni, Eros, Hayati, Anah, Ela, Minih dan terakhir yaitu, Wati.

Terpisah, Ani (40) warga sebagai KPM kini memiliki usaha UKM sale pisang lainnya membenarkan, intinya alasan pengunduran dari penerimaan PKH, ikhlas tanpa ada paksaan atau kontek lainya. Paling utama ingin memberikan ruang bagi warga lainnya, sebab masih banyak yang kehidupan ekonominya masih di bawah garis kemiskinan.

“Menurut saya, mereka juga harus merasakan menerima manfaat bantuan PKH,” ujarnya.

Terpisah, selaku pendamping PKH Desa Wanasari, Supriatna mengatakan, sangat membantu dan bisa bermanfaat sekali tentunya. Khusus pada warga memang tidak mampu (tetangganya). Jadi patut ditiru, dan dijadikan motivasi.

“Tidak ada paksaan, memang sebanyak 25 KPM sadar, paham dan ikhlas untuk mengundurkan diri dari bantuan PKH. Karena sudah mulai mampu merintis usahanya,” katanya saat dihubungi melalui via WhatsApp (WA), Jumat (24/7/220) pagi.

Ia memaparkan, sudah jelas. Karena, tujuan Pogram Keluarga Harapan (PKH) adalah untuk mengurangi angka dan memutus mata rantai kemiskinan, meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

“Mengubah perilaku kurang mendukung, peningkatan kesejahteraan dari kelompok paling miskin,” ujar Supriatna.

Jangka pendek program ini, masih sambunganya, bertujuan mengurangi beban Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM). Sehingga, dalam jangka panjang diharapkan dapat memutus mata rantai kemiskinan, antar generasi.

“Nah, jadi generasi berikutnya dapat keluar dari perangkap kemiskinan,” pungkasnya.(Red)

pasang iklan anda

Komentar

Berita populer