oleh

Pelaku Usaha Warung Sembako Keluhkan Daya Beli Meningkat

-LAPAK UMKM-91 views

CIANJUR – Pedagang sembako yang beralamat Kampung Gunungbatu RT 04/09, Desa Sindangjaya, Kecamatan Cipanas, menghadapi kondisi saat ini masih dalam keadaan sepi pembeli.

UU sutisna (62) meyebutkan, tiga tahun setengah berjualan dalam keadaan sesepi pembeli, sebelumnya sembako cukup lumayan biasa pendapatan sampai 800/700 perhari dengan keuntungan bersih 200/150 ribu

“Sekarang anjlok setengahnya sekitar 400/300 ribu ke untungan dibawah 70/50 ribu masih seret seperti ini,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, sebelum pandemi belum pernah kekurangan ketika pembelanjaan, cukup lumayan selama dalam berjualan tiga tahun setengah.

“Tiga tahun kurang lebih berjualan drastis menurun, tiap belanja nombok terus sampai sekarang hanya bisa pasrah karena situasi dalam keadaan sepi,” ujarnya, Jum’at (24/6/2022).

Ia menambahkan, adapun banyak bahan mentahan dari sembako bisa dibilang awet lama, seperti Terigu, Aci, kopi renceng, mie instan,dan makanan ringan, akan tetapi kalau diharga semakin naik terus, sebagai pedagang kecil tertindas oleh glosir-glosir yang bebas menjual dibawah harga seperti warung biasanya.

“Itupun padahal ditambah jualan bakso, karena terus meningkat tidak seimbang antara pembelian dan pendapatan, hasilnya tidak mencukupi kebutuhan keluarga,” ucapnya.

Menurut Uu, menjalankan usaha perlu suntik modal hal tersebut sangat membantu untuk masyarakat kecil seperti saya, terutama dalam bentuk modal maupun dana pinjaman.

“Berharap prekonomian stabil dan pulih kembali, bisa seimbang seperti dulu,” harapnya, singkat.

(Dedi Rohendi)

pasang iklan anda

Komentar