oleh

Pengrajin Ragi Beras Tiga Generasi Harapkan Bantuan Modal Usaha

CIANJUR – Ragi beras merupakan usaha turun menurun sejak puluhan tahun yang lalu, pengrajin generasi yang ketiga.

Sebut saja bu Dedeh, asal Kampung Leuwi pari, RT 01/02 Desa Cibadak, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur ini merupakan warisan secara turun menurun dari orang tuanya.

” Sampai saat ini, sudah tiga tahun lamanya menggeluti pembuatan ragi,” ujar Dedeh, saat ditemui langsung, Jum’at pagi (3/6/2022).

Ia menceritakan, pembuatan ragi ini dulunya dari neneknya, kemudian diturunkan ke orang tuanya, lalu selama tiga tahun sampai sekarang dilanjutkannya.

” Saya sekarang hanya melanjutkan dari peninggalan kedua orang tuaku, sampai saat ini oleh saya sendiri,” tuturnya.

Dedeh mengungkapkan, semenjak usia remaja kala itu neneknya pembuat ragi beras dengan ciri khas juga cukup terkenal sampai sekarang.

” Namun harga jual ragi beras, tidak serame zaman dulu. Hingga saya harus berputar otak, bagaimana caranya jualan ragi rame kembali,” terangnya.

Dia menjelaskan, pembuatan ragi beras sangatlah mudah. dari Beras, bawang putih, cabe Arey, pedas. Terus ditunduk. sampai dari awal adonan hingga jadi selama dua hari.

” Alhamdulilah ragi yang saya buat ini pembelinya dari Bandung, Garut,Tasik bahkan kota lainnya,” jelasnya.

Dedeh berharap, semoga usaha ragi ini ada perhatian pemerintah dan dapat bantuan dari program UMKM, menurutnya saat ini hanya produksi sekitar dua kilo beras saja.

” Padahal permintaan mulai rame karena gejala pendemi covid-19 sudah tidak ada, pesan mulai banyak lagi,” pungkasnya.

(Abah Andri)

pasang iklan anda

Komentar