oleh

Pengepul Sayuran Harapkan Harga Kembali Normal Dimasa Pandemi

CIANJUR – Penjual sayuran mayur yang beralamat di Kampung Barukaso Rt 03/05, Desa Sukamulya, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, dimasa pandemi mengharapkan hargajual kembali stabil.

Ujang Irpan (46) mengatakan, menjadi penggepul sayuran sudah puluhan taun buka usaha jual beli sayuran, selama kurun waktu tiga puluh tahun berjalan normal.

” Sekali keuntungan lumayan cukup untuk memenuhi kebutuhan anak dan istri,” jelasnya, Rabu (2/3/2022).

Ia mengungkapkan pengepul dari petani dikemas sedemikian mulai masuk karung, lalu dibawa ketempat yang biasa pasok jalan lintas Cipanas.

” Sekarang harga jual drastis menurun, paling banyak yang ia”bawa menjadi satu dua karung saja, itupun harga gaa bisa tinggi harga jual masih menurun sayuran yang ia”bawa,” jelas Ujang Irpan.

Terpisah, Alan asal Cipanas, memang harga jual sayuran lagi menurun yang biasanya kangg Ujang juga sampai bawa enam karung sekarang paling dua karung sayuran, bahkan bukan dari pak Ujang saja, mulai dari Kampung Gasol, Mangun Cariu, Ciherang Cipanas dan Gununglanjung.

” Memang harga jual lagi murah lagi menurun di-sayuran, yang paling tinggi jual sekarang di-harga Tomat 9000 perkilo dari beberapa macam sayuran lainya,” katanya.

Bahkan, dari beberapa pengepul ia” tampung baru buka kurang lebih tiga bulan, yang saya tempati sewa per-bulan. dari pagi sampai jam 2:00 malam.

” Sudah terkumpul semua sayuran lalu saya bawa dipasok untuk ke-pasar Ramayana kesehariannya seperti itu,” katanya.

Karena masih faktor pandemi penjualanpun sama lagi sepi menurun, paling rame keuntungan disaat saat tertentu seperti dihari raya Fitri, Idhul Adha, rajab dan maulud.

” Alhamdulilah saat ini sekarang hanya bisa bersyukur, sudah bisa memenuhi kebutuhan makan sehari hari juga, untuk mencukupi kebutuhan keluarga, Alhamdulilah,” ujarnya.

Kedepannya dalam usaha jual beli sayuran dari petani pengepul hinga kebandar yang ia jual bisa kembali setabil lagi harga jualnya. Perekonomian bisa kembali lebih normal dari tahun – tahun sebelumnya. Intinya hasil penjualan dengan harapan agar lebih normal lagi seperti semula.

” Saat ini membutuhkan suntik modal, karena sebelum buka pasokan pernah hancu selama tiga bulan lalu”, pungkas Alan.

(Ded Rh)

pasang iklan anda

Komentar

Berita populer