oleh

Peningkatan SDM, Bagaimana Upaya Para Paslon di Pilkada 2020

-POLITIK-130 views

CIANJUR – Pelaksanaan kontestasi Pilkada di Kabupaten Cianjur, semua kandidat harus menjadi konsen. Bagaimana upaya atau program akan dilakukan para pasangan calon (Paslon), di dalam rangka menghadapi peningkatan sumber daya manusia (SDM).

Wakil Dekan FH Unsur dan Dosen Hukum Tata Negara Cianjur, Dr. H. Dedi Mulyadi mengatakan, karena seperti diketahui bahwa Cianjur itu merupakan kabupaten rendah dalam IPM-nya.

“Nah, pengembangan manusianya ini saya kira harus menjadi catatan. Apa visi misi jelasnya semua kandidat,” katanya.

Ia memaparkan, terutama kalau dilihat lama sekolah di Cianjur itu kan? sampai SMP (kelas 2) menilai hal itu suatu catatan penting. Sehingga kedepannya perlu ada program-program dilakukan secara simultan.

“Ya, kaitanya dengan berbagai upaya untuk meningkatkan IPM Kabupaten Cianjur. Agar tidak lagi menjadi paling rendah,” ujar salah seorang pengamat politik di Universitas Unsur Cianjur ini.

Diketahui Cianjur, diantara kabupaten-kabupaten dan kota di Jawa Barat, itu paling rendah IPM-nya. Kemudian, harus diupayakan di dalam proses demokrasi-demokrasi (demokratisasi lokal ini). Sehingga, masyarakat diharapkan juga mendapatkan suatu upaya, yang dilahirkan proses demokratisasi.

“Ini menjadi penting untuk dilaksanakan, agar Kabupaten Cianjur bisa beranjak tidak lagi menjadi daerah paling rendah IPM-nya,”

Namun, bisa jadi ke depan Cianjur harus menjadi daerah mempunyai catatan jauh lebih baik (PR) bersama, termasuk juga dari visi misi strategi daripada para paslon khususnya, bagaimana caranya bisa meningkatkan IPM.

“Harus menjadi suatu terobosan, diambil para paslon, meningkatkan IPM, pelaksanaan proses demokratisasi di Cianjur saat ini,” pungkasnya.

Terpisah, Plt Kepala Dinas (Kadis) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Cianjur, maju mencalonkan diri sebagai calon bupati (Cabup) Cianjur, H. Oting Zaenal Muttaqin, bila terpilih nanti, dirinya akan memprioritaskan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), kesejahteraan masyarakat, dalam segala bidang dan sektor.

Sambungnya, seperti halnya pendidikan di semun Pondok Pesantren (Pontren) akan dijadikan boarding school. Menilai sekarang digandrungi masyarakat.

“Nah, maka itu akan suatu program kedepan, dan mengajak pesantren menangkap peluang tersebut,” katanya, saat konfirmasi langsung saat acara seremonial deklarasi.

Kini, sedang trend dunia pendidikan berbasis asrama atau dikenal dengan ‘Boarding School’,
artinya saat ini diminati masyarakat, anaknya banyak menuntut ilmu, dan mayoritas mengadaptasi pesantren.

“Jadi, sudah semestinya pesantren menjadi yang terdepan,” ujar Oting, untuk memenuhi pendidikan ala boarding school, didampingi calon wakil bupati (Cawabup), H. Wawan Setiawan.

Oting memaparkan, selain itu bisa meminimalisir angka kenakalan remaja, yang terjadi. Sebetulnya, jelas dia, sama pesantren mana pun juga, tapi legalitas akan dipaku menjadi pendidikan berbasis boarding school. Dan, akan membantu untuk biaya operasionalnya.

Ia menyambungkan, nanti akan mendorong Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) sebuah lembaga pendidikan di bawah satuan PNF (Pendidikan Non Formal), mengedukasi keahlian diantaranya seperti kursus, lalu lembaga pelatihan, kelompok belajar, pusat kegiatan belajar masyarakat, dan lainnya.

“Pendidikan tersebut, memiliki azas, sesuai dengan kebutuhan,” beber Oting, artinya pendidikan sepanjang hayat, relevansi dengan pembangunan masyarakat, juga wawasan masa depan.

Ia menambahkan, tujuan adanya PKBM yaitu untuk meningkatan pengetahuan, keahlian atau keterampilan (hobi/ bakat) masing-masing peserta didik, yang dikelola dan diselenggarakan nanti.

“Buat apa IPM naik, kalau masih banyak pengangguran,” kata salah satu calon bupati, yang diusung dua partai besar di Cianjur ini.

Selain itu, akan memberikan insentif para guru honorer se Kabupaten Cianjur. Karena, selama angkanya kecil hanya sekitar Rp300 ribu hingga Rp400 ribu, coba bayangkan.

“Makanya saya tahu persis, bagimana gajih guru honorer itu sepertinya apa. Jadi, nanti akan memberikan uang insentif,” paparnya, selain ada anggaran dari dana BOS dan dari Pemerintah Daerah (Pemda).(Red)

pasang iklan anda

Komentar

Berita populer