oleh

Polres Cianjur Ungkap Kasus Pencabulan Anak di Bawah Umur, Korban Dicekoki Pil Exsimer

-RAGAM-61 views

CIANJUR – Jajaran Polres Cianjur Berhasil mengungkap terkait kasus tindak pidana persetubuhan, atau pencabulan terhadap anak dibawah umur yang dilakukan PR (21) kepada RSM (14), di salah satu rumah teman tersangka, di Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, Senin (08/02/2021).

Kasus pencabulan tersebut terjadi pada hari Selasa 26 Januari 2021, sekitar jam 20.00 Wib, Kronologis, Awal mulanya tersangka (PR), telah membawa korban ke rumah temannya, bertempat di Kampung Bojongpicung RT.001/003, Desa Bojongpicung Kecamatan Bojongpicung – Cianjur.

” Tersangka (PR) minum-minuman keras, kemudian Tersangka memberikan Pill berwarna kuning (exsimer) sebanyak 8 butir, dan menyuruh korban meminum pill,” Ungkap AKBP Mochamad Rifai.

Ia menjelaskan, setelah korban lemas, akhirnya tersangka menyetubuhi korban sebanyak 1 kali, setelah tersangka menyetubuhi korban, tersangka mengantarkan korban pulang,

” Korban tidak langsung pulang, tetapi dibawa ke warung yang ada di daerah bojongpicung,” katanya.

Masih ujarnya, modus Operandi yang dilakukan tersangka, merayu korban menyuruh untuk minum Pill berwarna kuning (exsimer) sebanyak 8 butir, setelah korban meminum pill.

” Akhirnya korban lemas, lalu di cabuli dan di setubuhi,” ungkap Kapolres AKB Mochamad Rifai.

Sementara, untuk barang bukti berhasil ditemukan, Sembilan butir obat jenis exsimer berwarna kuning, satu butir obat jenis trihexyphuenidyl, satu butir obat jenis tramadol HCI,

” Dan satu buah baju Wanita berwarna pink, satu buah celana training panjang berwarna coklat bergaris putih, dan satu buah Berwarna biru,” terangnya.

Atas perbuatan pelaku dijerat dengan Pasal 81 Ayat (1), dan Ayat (2) atau Pasal 82 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 tahun 2016, tentang penetapan peraturan pengganti undang-undang Republik Indonesia Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas undang-undang Republik Indonesia Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 (lima belas) penjara atau denda tiga ratus juta rupiah,” tutup Kapolres. (N. Sapta R)

Editor, Ledi Hasyim

pasang iklan anda

Komentar

Berita populer