oleh

Produksi Tempe Alami Pasang Surut Dimasa Pendemi Covid-19

Infosembilan – Cianjur, Hampir sudah dua tahun masa pendemi Covid-19 masih dirasakan oleh masyarakat,masa pendemi ini bukan hanya berdampak pada kesehatan,namun juga berimbas pada sektor ekonomi. Seperti banyak dirasakan pelaku usah kecil menengah (UKM).

Seperti di alami salah seorang pengusaha tempe di Cianjur, Sapturi (40), asal Kampung salagedang RT/RW 02/03, Desa Nagrak, kecamatan Cianjur.produksi tempenya turun hingga 30 persen,saat ditemui infosembilan, kamis pagi (29/7/2021).

Sapturi, memulai produksi tempe dari tahun 2014 silam, mengatakan dimasa pendemi saat ini terasa kena imbasnya juga, karena jualan tempe nya mengalami penurunan yang lumahan besar Belum harga kedelai naik.

” Saya, biasa sehari membutuhkan 50 kg kedelai sekarang kurang dari Lima puluh kg yang Saha produk,terus yang jadi kendala selain produksi tempe turun, Harga kedelai pun mengalami kenaikan yg lumahan tinggi yang semula harga kedelai 6 Ribu rupiah perkilo sekarang menjadi 10 ribu rupiah perkilo nya.jelas makin berat bagi saya,” ujarnya.

Oleh karena itu saya dan rekan-rekan pengusaha tempe berharap pada pemerintah tolong segera bantu supaya harga kedelai dikembali Normal,

” Karena dengan naiknya Harga kedelai berpengaruh terhadap produksi maupun penjual tempe,

Dan saya berharap masa pendemi Covid-19 secepatnya selesai kandas di negeri kita ini,” pungkas Sapturi. ( Lin )

pasang iklan anda

Komentar

Berita populer