oleh

Survei Indometer : Pandemi Covid-19, Margin of Error 2,98 Persen, Tingkat Kepercayaan 95 Persen

CIANJURLembaga Survei Indometer (LSI) menilai, hampir lima bulan pandemi COVID-19 melanda Indonesia, yang memberikan dampak sosial ekonomi sangat dalam. Pemerintah telah membuka kembali aktivitas ekonomi, di tengah masing tingginya jumlah kasus positif di sejumlah daerah.

Temuan LSI tersebut, menunjukkan masyarakat lebih memilih mendukung penerapan ‘New Normal’, dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indometer Leonard mengatakan, hanya sebagian kecil yang memilih tetap mempertahankan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ataupun penerapan lockdown.

Jelasnya, sebanyak 83,1 persen responden mendukung penerapan new normal, hanya 11,2 persen yang setuju diberlakukan PSBB atau lockdown. Sisanya sebanyak 5,7 persen menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab.

Masih menurut Leo, respon publik terkait new normal, mayoritas menyatakan selamat datang hidup normal, dengan masker dan protokol kebiasaan baru.

“Selamat tinggal PSBB dan lockdown,” ujarnya, Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indometer ini, Selasa (28/7/2020) kepada JabarNews, pagi.

Sambung Leonard, masyarakat siap untuk menghadapi kebiasaan baru dengan mengingat dampak yang ditimbulkan selama penerapan PSBB. Karena itu pemerintah tidak perlu ragu untuk mendorong adaptasi kebiasaan baru dan memulihkan perekonomian. Seperti diketahui, dunia berada di bawah bayang-bayang resesi, yang ditandai dengan pertumbuhan negatif selama dua kuartal berturut-turut.

“Penerapan new normal dan protokol kebiasaan baru, bisa mencegah Indonesia jatuh ke jurang resesi serupa,” tandasnya.

Survei Indometer, dilakukan pada tanggal 11 hingga 20 Juli 2020 melalui sambungan telepon kepada 1.200 responden, dari seluruh provinsi, yang dipilih acak dari survei sebelumnya sejak 2019. Margin of error sebesar 2,98 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.(Red)

pasang iklan anda

Komentar

Berita populer