oleh

Terapkan Protokol Kesehatan, Ini Program Jitu Dewan Pers dan Satgas Penanganan Covid-19

-RAGAM-142 views

JAKARTA – Upaya menekan pentingnya disiplin masyarakat melaksanakan protokol kesehatan. Satgas Penanganan Covid-19 dan Dewan Pers menyelenggarakan Fellowship Jurnalisme Perubahan Perilaku (FJPP) melibatkan wartawan.

Ada sekitar 3.517 wartawan dari seluruh Indonesia lolos seleksi program FJPP hari ini. Dan, selanjutnya para peserta (wartawan) akan mendapatkan pembekalan melalui lima kelas virtual.

Ketua Tim Kerja FJPP juga anggota Dewan Pers Agus Sudibyo mengatakan, antusias atau animo jurnalis bisa mengikuti program ini sangat tinggi.

“Ya, terlihat dari pendaftar mencapai 4.963 orang. Itu sejak registrasi dibuka pada 3 Oktober 2020,” katanya, Rabu (14/10/2020).

Ia memaparkan, sampai pendaftaran gelombang pertama ditutup pada 11 Oktober, peminat masih bertambah. Lalu, memutuskan untuk membuka pendaftaran gelombang kedua, dibuka mulai hari ini dan ditutup pada Minggu 18 Oktober 2020.

Agus menyampaikan, Tim Kerja FJPP yang terdiri dari perwakilan asosiasi perusahaan media dan asosiasi jurnalis konstituen Dewan Pers. Secara maraton melakukan verifikasi dan seleksi, untuk kemudian ditentukan 3.517 peserta yang lolos.

“Seleksi meliputi administrasi sesuai persyaratan kuota provinsi, media, jenis platform,” terangnya.

Program FJPP, masih ujar Agus, merupakan program dengan tiga kegiatan utama. Diantaranya yaitu menggalakkan pemberitaan pers berperspektif perubahan perilaku guna pencegahan penularan Covid-19. Lalu, memperkaya konten berita media yang menekankan pentingnya kedisiplinan masyarakat melaksanakan protokol kesehatan.

“Terakhir melibatkan wartawan, sebagai agen perubahan perilaku melalui peningkatan peran pers sebagai institusi dengan fungsi edukasi publik dalam menghadapi bencana nasional,” ujarnya.

FJPP terbuka bagi jurnalis di seluruh Indonesia yang berminat, untuk berkontribusi dalam mengakhiri pandemi Covid-19. Program ini, ya? Terutama untuk jurnalis yang sedang mengalami kesulitan.

“Karena medianya terdampak secara ekonomi akibat pandemi Covid-19,” tutur Agus.

Sementara itu, Ketua Bidang Komunikasi Publik Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Hery Trianto mengatakan, masih terbuka bagi jurnalis di 24 provinsi, termasuk DKI Jakarta, untuk mengikuti program.

“Karena memiliki jumlah pendaftar di bawah kuota yang ditentukan tim kerja,” imbuhnya.

Ia menyambungkan, para jurnalis bisa mendaftar secara daring melalui portal www.ubahlaku yang kembali dibuka sejak pagi tadi. Mekanismenya simpel, bila persyaratan lengkap, hanya perlu waktu sekitar 5 menit untuk register.

Saat ini, masih kata Hery, terbuka kuota peserta program sejumlah 2.283 orang untuk semua plafform media baik cetak, online, televisi, dan radio. Total kuota yang disiapkan 5.800 orang. Dari pengalaman gelombang pertama, jurnalis radio paling sedikit yang mendaftar. Jadi, kesempatan masih terbuka lebar.

“Namun, untuk platform lain juga masih terbuka kesempatan,” pungkasnya.(Sap/zoun/red)

pasang iklan anda

Komentar

Berita populer