oleh

Unras Kades di Cianjur Tuntut Revisi Perpres 104 Tahun 2021

INFOSEMBILAN I CIANJUR – Meminta kepada Presiden RI Joko Widodo merevisi dan mencaut kembali Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 104/2021 tentang penggunaan dana desa (DD).

Hal tersebut disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Cianjur Beni Irawan, saat dikonfirmasi langsung awak media, saat para Kepala Desa (Kades) aksi unjuk rasa (Unras) damai, berangkat ke DKI Jakarta, Kamis (16/12/20210.

“Kita bersama rekan para kades, itu berangkat dari gedung DPRD Kabupaten Cianjur menuju Jakarta sekitar pukul 03.00 WIB. Doamnya saja semoga berhasil perjuangan ini dan selamat sampai tujuan,” katanya.

Beni menyampaikan, di Kabupaten Cianjur ada sekitar 354 desa, yang saat ini berangkat semuanya tanpa terkeculi. Bahkan, bersama dengan perangkat juga ke Jakarta untuk melakukan unjuk rasa di sana.

“Intinya kepada pak Presiden RI untuk segara bisa mencabut. Karena ini sudah tentu dari kemarin kita telah menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDesa) tahapan sangat panjang,” terang Ketua Apdesi Cianjur.

Maish ujarnya, jelasnya menuntut untuk merevisi Perpres Nomor 104 tahun 2021 tentang penggunaan dana desa. Dan, juga minta rekomendasi juga kepada Bupati Cianjur. Artinya, hal ini menilai membatasi kewenangan desa.

Beni menjelaskan, nah isi dari Perpres tersbut sekitar 40 persen untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT), kemudian 20 persen lagi untuk penanganan Covid-19. Dan, 20 persen untuk pemberdayaan masyarakat.

“Nah, yang mana dikelola oleh desa hanya 32 persen saja,” ujarnya.

Ia menyambungkan, itu jelas ada Peraturan Menteri (Permen) yang mengatur. Sehingga mana kalau begitu kewenangan desa, jelas akan tetapi hasilnya nol. Jadi, selama ini akan berbenturan dengan aspirasi yang diinginkan warga. Nah, khususnya sangat mendambakan digenjotnya pembangunan infrastruktur.

“Mohon minta kepada Bupati Cianjur merekomendasi menyampaikan kepada Presiden RI,” tutup Ketua Apdesi Cianjur singkat.

(red)

pasang iklan anda

Komentar

Berita populer