oleh

Waspada Gelombang Tinggi, Para Nelayan Jayanti Berhenti Berlayar

-RAGAM-112 views

CIANJUR – Para nelayan di Pelabuhan Jayanti, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur berhenti berlayar melihat cuaca ektrim saat ini.

Kepala UPTD PPI Jayanti Eli Muslihat membenarkan, kondisi cuaca di laut Cianjur Selatan sekarang gelombang tinggi. Khususnya di pantai Cidaun. Sekitar satu bulan, kondisi tidak memungkinkan.

“Hujan deras disertai angin kencang gelombang ombak tinggi,” katanya, Kamis (17/12/2020).

Saat ini, beber Eli, para nelayan sudah tidak melaut (berlayar) karena kondisi cuaca tak bersahabat, dari UPTD Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Jayanti menghimbau untuk sementara waktu jangan dulu pergi ke laut.

“Karena kondisi cuaca ektrim,” pintanya, saat dihubungi via telpon seluler.

Masih ujarnya, selain itu ditambah lagi kondisi ikan sedang kosong atau sulit. Sebagain nelayan banyak beralih profesinya memilih untuk bertani, karena memang kondisi sekarang lagi musim hujan.

“Seperti halnya nelayan dari Desa Cidamar dan Desa Karawangi,” ujar Eli.

Ia menambahkan, adapun mengenai bantuan untuk nelayan di ruang lingkup PPI Jayanti, ada sebagian yang mendapatkan bantuan dampak dari adanya pandemi Covid-19, itu dari Kementerian Sosial, bukan dari Kementerian Kelautan RI.

” Bantuan langsung tunai (BLT) tidak semua nelayan mendapatkan bantuan,” 

Terakhir, Eli menambahkan, karena datanya langsung dari Kemensos RI, bukan dari data pihak PPI Jayanti.

“Harapan kami ingin bantuan itu merata kebagian bagi para nelayan semuanya. Ya, khususnya nelayan warga setempat,” tutupnya.

Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) nelayan Jayanti Agus Bambang Irawan mengungkapkan, dirinya sudah sepekan tidak berlayar memacari ikan. Karena cuaca ektrem.

“Gelombang air laut tinggi, khawatir juga kalau berlayar,” katanya.

Menurutnya, nelayan sudah satu pekan terakhir tidak pergi ke laut mencari ikan. Bila memaksakan untuk berlayar, akan membahayakan terhadap keselamatan.

“Sekitar tiga hari lalu ada nelayan memaksakan berlayar, namun dia malah tenggelam. Beruntung dapat diselamatkan,” ujar Agus.

Untuk sementara ini nelayan di pelabuhan Jayanti memilih bertani, namun yang menjadi kendala sulitnya untuk mendapatkan pupuk bersubsidi.

Ia menambahkan, sementara ini tanam jagung, namun di sini (Cidaun) tidak ada pupuk bersubsidi. Kalau ada itupun harus pakai kartu tani. 

“Informasi dari para petani lain punya kartu tani juga masih ribet untuk mendapatkan pupuk bersubsidi,” tutupnya. ( bur/ded)

pasang iklan anda

Komentar

Berita populer